Senin, 09 Januari 2017

Melupakan Mantan

Pada tulisan ini WTCI akan memberikan tips bagi pembaca semua tentang cara cepat mengatasi Move On atau melupakan mantan. Apa sih Move On itu? Move On menurut KBBI jelas tidak ada, hanya saja istilah ini muncul akhir-akhir ini di kalangan remaja untuk mengungkapkan perasaan susah melupakan mantan. Yakin hanya remaja saja yang terkena syndrome Move On ini? Jawabannya Tidak.

Fakta dilapangan menunjukkan masih banyak masyarakat kita yang terserang sindrom "susah move on" / cara melupakan mantan ini, baik yang sudah menikah maupun yang sudah menikah dan memiliki anak. Mengapa hal ini dapat terjadi? Jawabannya sangat simpel, bahwa orang tersebut di bawah sadarnya masih mengingat dan belum dapat melupakan suatu kenangan indah bersama mantan kekasih terdahulu. Perlu disadari bahwa semakin kita berusaha melupakan seseorang, maka semakin sulit pula diri ini untuk melupakannya. Mengapa demikian? karena pikiran bawah sadar manusia menganggap bahwa kita akan berusaha menghilangkan memori kita sendiri.

Seluruh informasi / kenangan yang sudah “terlanjur” menjadi permanen di pikiran bawah sadar (SubCons-cious Mind) tidak dapat dihapuskan atau dihilang-kan. Tujuan dari teknik ini nantinya salah satunya adalah melakukan proses “pe-maknaan ulang” atau Reframing atas seluruh program negatif yang telah ada dan berpotensi mengganggu kehidupan seseorang. Termasuk permasalahan masih cinta, sayang dan menginginkan mantan kekasihnya terdahulu.



Hal yang dapat dilakukan dalam upaya melupakan mantan / Move On terhadap mantan kekasih adalah Memaafkan. Satu kata simpel namun sulit sekali mengimplementasikan dalam kehidupan. Memaafkan dalam dunia Hipnoterapi dikenal sebagai teknik Forgiveness Therapy yang merupakan terapi pengampunan. Pengampunan terhadap siapa? pengampunan terhadap diri sendiri dan Pengampunan terhadap pihak-pihak yang mungkin pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri termasuk dengan mantan kekasih. Permasalahan timbul apabila kita tetap bersikukuh tidak mau memaafkan orang tersebut. Mungkin Anda yang membaca artikel ini juga masih merasa dendam dan benci terhadap mantan, bahkan bila teringat namanya saja hati sudah panas bukan kepalang. Anehnya, meskipun kita benci, marah dan dendam, diri ini rasanya tetap menaruh perasaan sayang dan susah sekali untuk melupakannya.

Forgiveness Therapy merupakan salah satu teknik favorit kami di WTCI dalam melakukan terapi terhadap klien, terutama jika menghadapi klien dengan kasus stress yang tidak jelas penyebabnya termasuk seseorang yang susah melupakan mantan. Filosofi dari metode ini sangat luar biasa, yaitu memandang bahwa pada dasarnya manusia adalah netral. Makhluk yang seharusnya bersih dan baik, tidak menyimpan dendam dan kebencian kepada orang lain seperti bayi baru lahir. Jika seseorang menyimpan benci atau dendam kepada seseorang, maka pikiran bawah sadar akan bereaksi dan memunculkan berbagai simptom, misal depresi. Secara sederhana dapat dipahami bahwa simptom ini justru merupakan alarm bahwa ada ketidak-selarasan dalam diri yang bersangkutan.

Perlu digarisbawahi bahwa menyimpan kesalahan orang lain, dendam, marah, benci, muak yang berkepanjangan merupakan penyebab utama dari banyak penyakit Psikosomatis. Psikosomatis merupakan suatu penyakit fisik yang diebabkan oleh pikiran. Oleh karena itu, banyak sekali kasus fisik, mental, yang sembuh hanya dengan mengampuni. Sekali lagi MENGAMPUNI. Teknik Forgiveness Therapy dimaksudkan untuk membawa klien / seseorang mengalami keajaiban pengampunan / memaafkan. Baik memaafkan diri sendiri maupun orang lain yang bertujuan bahwa masalah benar-benar tuntas.

Berikut alasan mengapa kita harus memaafkan:
  1. Jika kita tidak mau mengampuni / memaafkan seseorang, itu berarti seumur hidup kita terus menggendong orang tersebut beserta kesalahannya;
  2. Hal ini malah menjadi beban untuk jiwa kita; 
  3. Memaafkan bukan berarti melupakan orang tersebut; 
  4. Memaafkan tidak harus memberitahukan / bertemu langsung; 
  5. Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri; 
  6. Memaafkan bukan berarti menyukai orang yang telah bersalah; 
  7. Memaafkan bukan berarti mengijinkan kembali kesalahan untuk terjadi; 
  8. Jangan pernah menyimpan kesalahan orang lain, atau kebencian, apalagi dendam terhadap seseorang. Langsung hilangkan dalam pikiran, maafkan, maafkan, maafkan.

Silakan di implementasikan dengan sungguh-sungguh dan dengan kemauan yang kuat. Move On Yukk.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar