Senin, 07 September 2015

Fenomena Ketindihan dan Mengatasinya

Pernahkah anda mengalami fenomena ketindihan / telindihan sewaktu tidur? Atau jika belum pernah, mungkin anda pernah atau sering mendengar teman anda mengalami fenomena tersebut? Dalam artikel ini saya sedikit memberikan gambaran umum mengenai fenomena ketindihan. Saat terjadi peristiwa ini, seseorang akan merasa tidak bisa bergerak, berteriak, apalagi terbangun. Semakin takut, maka tubuh seakan-akan terkunci rapat. Sehingga menimbulkn kepanikan yang luar biasa, dan merasa akan mati. Banyak orang menghubungkan fenomena "ketindihan" ini dengan sesuatu hal mistis atau adanya makhluk halus yang menumpangi kita. Sebenarnya penyebab fenomena ini tidak ada hubungan sama sekali dengan sesuatu yang mistis.

Secara medis, fenomena "ketindihan" atau "ditumpangi Jin" (menurut banyak orang) disebut dengan ‘sleep paralysis’ atau lumpuh saat tidur.  Penyebab dari fenomena ini sebenarnya akibat seseorang kurang tidur". Jika dikaitkan dengan fenomena Hypnosis / Hipnosis, fenomena ketindihan dapat disebut suatu tertidurnya badan fisik seseorang, namun aktivitas pikiran sudah terjaga. Dilihat secara gelombang otak, orang yang mengalami fenomena ini berada pada gelombang otak alfa.

Suatu contoh, sebut saja namanya si A selama 2-3 hari begadang. Maka untuk menghindari fenomena telindihan, di malam berikutnya ia diharuskan  tidur panjang dan nyenyak. Hal ini supaya tubuh dapat memenuhi kebutuhan tidur. Namun saat si A tidak dapat nyenyak dalam tidur, maka  otot-otot dalam kondisi sangat lemah. Sehingga saat akan terbangun, ada dua pilihan yakni halusinasi atau fenomena ketindihan atau bahkan kedua-duanya berjalan bersamaan. Ketika terbangun, si A tidak dapat menggerakkan tubuh, bahkan untuk sekadar berteriak. Semakin berusaha ingin berteriak, maka semakin lelah dan tidak keluar suaranya. Kondisi ini tentu menimbulkan rasa panik, ditambah lagi jika berhalusinasi melihat sosok lain di kamar tidur, yang dianggap si A sebagai hantu. Itu sebabnya ketika orang dibangunkan secara tiba-tiba, atau dikageti, maka yang terjadi orang tersebut akan pusing, bahkan sampai mual.

Setiap orang akan menampilkan sesuatu yang berbeda-beda sesuai dengan budaya masyarakat setempat saat mengalami halusinasi maupun ketindihan. Masyarakat Indonesia biasanya melihat sosok hitam atau hantu yang sedang menindih badannya, tetapi  orang Cina ada yang melihat Vampire, dan sebagainya. Peristiwa seperti ini akan dibahas nantinya di bagian artikel Metaphisical Hypnosis.

Peristiwa lumpuh / ketindihan dalam tidur tidak menjadi suatu hal yang berbahaya apabila tidak sering terjadi. Luangkan waktu yang cukup untuk tidur, adalah salahsatu cara untuk meminimalisir terjadinya fenomena ini. Kelumpuhan pada saat tidur sering kali tidak membutuhkan penanganan khusus, namun segera periksakan diri Anda jika kemudian mengalami hal-hal berikut:

  1. Rasa cemas atau khawatir berlebihan;
  2.  Merasa lelah seharian;
  3. Tidak dapat tidur semalaman.

Mengalami peristiwa ketindihan pada umumnya membuat seseorang merasa takut, namun tidak perlu khawatir berlebihan. Dengan memperbaiki pola tidur dan menerapkan gaya hidup sehat, sering kali efektif dalam mengurangi risiko terulangnya peristiwa tersebut. Lalu bagaimana cara mengatasinya jika kita mengalami kesulitan gerak / lumpuh saat tidur? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Tenang, tidak perlu panik;
  2.  Ingatlah bahwa: “SEMAKIN ANDA TAKUT DAN BERUSAHA MELEPASKAN DIRI DARI KELUMPUHAN TERSEBUT, JUSTRU ANDA LELAH DAN KEKURANGAN BANYAK ENERGI”, bahkan ada yang sampai sesak seperti orang Sakkaratul maut, jadi tenanglah;
  3. Yang perlu anda lakukan adalah menyadari dengan penuh kesadaran bahwa anda sedang lelah, biarkan saja apabila muncul sosok yang aneh-aneh;
  4.   Lakukan tarikan dan hembusan napas yang panjang dan seimbang;
  5.  Fokuslah pada napas dan afirmasikan “Tubuhku, sekarang aku perintahkan engkau untuk kembali normal”, ulangi afirmasi tersebut berulang-ulang;
  6.  Dapat juga dengan berdoa menurut agama dan keyakinan anda;
  7. Ingatlah, bahwa afirmasi / doa diucapkan saat anda sudah fokus pada napas dan tenang;
  8. Berangsur-angsur tubuh anda kembali normal;
  9. Ucap syukur kepada Tuhan YME.

Jika gejala berlanjut dan mulai mengganggu, konsultasikan dengan dokter, hipnoterapis maupun psikolog untuk mendapatkan solusi terbaik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar